<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6911493868534090098\x26blogName\x3dAku+Pelukis\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://megateusofe.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://megateusofe.blogspot.com/\x26vt\x3d-3355259866565760309', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuhan Tua

Berjalan Seorang perlahan melewati deretan beratus Patung-Patung Usang.
Membuatkan aku terfikir jauh.

Tentang~Dimanakah segala keagungan kekal milik Tuhan-Tuhan Tua ini sekarang ?.
Sekarang semuanya kekal mematung bisu,terbiar diri dilacur pada mata soket-mata kamera pengunjung musium yang tak putus-putus datang menghampiri dan menjauh pulang.

Masih juga menerima kunjungan penganut setia.
Bedanya kini~Tuhan-tuhan tua ini.Tidak lagi tersembunyi kukuh di dalam kegelapan sebalik Dewan Suci candi purba.

Tiada juga menerima alunan gemersik alunan mentra dari sang pemuja setia.
Tiada lagi di simbah haruman semerbak abu-abu setanggi dari dupa.

Tuhan Tua kini,hanya terdampar lesu di simbah cerah dunia yang sentiasa berubah.
Terlanjang segala maruah dan keagungan.Kini hanya mampu berdiri lesu,di atas lantai sejuk berdebu.

Kelaparan kekal membatu dek tak terhidang dulang sembahan.

Tuhan yang dulu maha kekal hebat menjadi mangsa pujaan.
Kini hanya hebat menjadi mangsa kerakusan komersial dari tuhan-tuhan baru


~yang bernama MANUSIA.

“Tuhan Tua”

  1. Blogger Mieza Suhaini Says:

    indahnya bahasa yang puitis.

  2. Blogger MORIBAYU Says:

    mieza

    ~menulis biar dari hati.
    menulis dari mulut kosong.
    hanya keluarkan bunyi gigi yang berlaga.