<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6911493868534090098\x26blogName\x3dAku+Pelukis\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://megateusofe.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://megateusofe.blogspot.com/\x26vt\x3d-3355259866565760309', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Maha-Marah-Raja

I
Aku bukan putra pilihan untuk menjadi Maha-Marah-Raja.
Setiap kali aku dimahkotakan di atas takhta mewah kebencian.
Oleh sang Iblis yang mahu melihat~Aku agung disinari pelita kebencian.
Aku akan rela mengesot turun.Melata mengemis pada gelap sunyi dan sepi.
Kerna aku hidup segar di atas ehsan belas dan kasih-sayang Allah Yang Tuhan.
Jadi kenapa aku perlu lokek dan berkedut kedekut kepada sekeping emas kemaafan ?.
II
Jika disepak dengan kemarahan~biasanya aku suka untuk diam.Kenapa ?.
Kerna membuka mulut.Hanya menambah oksigen..untuk aku terbakar hangus.

“Maha-Marah-Raja”

  1. Blogger Nurarnida Sabrina Says:

    bagi aku, lagi aku diam lagi ia hangus dan hangit. Tapi aku dah biasa bakar diri sendiri

  2. Blogger Muhammad Says:

    nurarnida~me membesar dengan gaya lama.

    Jika marah...cepatlah Diam.
    Jika terasa di hati..berilah sindir.
    Jika tak suka..bangun beredar.

    Namun terpulanglah.
    terbakar atau membakar..kita cuma terlalu manusia,untuk menolak rasa.